Puisi Perjuangan

t.e.r.u.n.t.u.k. p.e.j.u.a.n.g.!.

aku mencium bau darah dari mulutmu
anyir menusuk hidung
bahkan lumpuhkan sumsum tulangku

aku melihat linangan darah menetes
dari sendu matamu
hentikan detak jantungku
bahkan nafas tak kuasa menahan perih

aku mendengar jerit tangismu
merengek kesakitan
bak tombak menghunjam ulu hati

aku mencium, melihat, mendengar, merasakan
ceceran darah perjuangan
kau sembunyikan di balik sarung dekilmu
-----
tapi mereka, setelah perjuangan itu
mereka tak merasakan apa-apa kini
mereka dan orang-orang asyik dengan penjajahan baru
mereka dan orang-orang asyik menerima pinjaman asing
mereka dan orang-orang asyik menjual aset negerimu
mereka dan orang-orang asyik mengobral tanahmu
bahkan harga diri pun mereka gadai!

--ruangimaji--
17 Agustus 2007 M.

posted by Falahuddin Qudsi @ 3:44 PM,

0 Comments:

Post a Comment

<< Home