Sebuah Gumam
Wednesday, September 26, 2007
f.i.r.d.a.u.s.
Kini Firdaus-MU telah berubah, Tuhan
menjadi senjata kawanan pembajak
menjadi bom waktu
juga peluru
...
--ruangimaji--
Kairo, 23 September 2007
posted by Falahuddin Qudsi @ 10:07 AM,
,
Puisi Menggugat
Monday, September 10, 2007
c.o.b.l.o.s. a.k.u.
akhirnya:
...
--ruangimaji--
hadiqah thifl-maqram abed
Cairo, 09 September 2007
aku melihat banyak pamflet di pinggir-pinggir jalan, di tiang-tiang listrik, di dinding-dinding pembatas bangunan proyek, di pohon-pohon, di depan wc-wc umum, di terminal, di kantor-kantor pemerintah, di sekolah-sekolah, di lokalisasi-lokalisasi, bahkan di pintu rumah-rumah bordil.
aku melihat banyak pamflet bergambar wajah betina berseragam merah, juga bergambar paku bertuliskan "COBLOS AKU" tepat di dadanya. Aku melihat banyak pamflet bergambar wajah jantan, berseragam warna pelangi "mejikuhibiniu"; merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu, juga bergambar lambang-lambang, entah perlambangan jelas atau samar, yang bertuliskan "PILIH AKU" pada setiap simbol-simbol itu.
akhirnya:
aku melihat banyak kaos bertuliskan "COBLOS AKU" dipakai perempuan-perempuan di pojok-pojok bangunan pada pekat malam seolah menawarkan, maka datanglah lelaki-lelaki yang juga berkaos pamflet bertuliskan "AKU PILIHANMU", menerima tawaran.
demikianlah, aku melihat banyak pamflet bersimbol bertebaran tanpa mengenal batas ruang
...
--ruangimaji--
hadiqah thifl-maqram abed
Cairo, 09 September 2007
posted by Falahuddin Qudsi @ 6:17 AM,
,
Puisi Pembebasan
Saturday, September 1, 2007
p.a.r.o.d.i.
tak tak tak tak
kita tak kan pernah merdeka
jika mata tak terbuka
tak tak tak tak
tak tak tak tak
kita tak kan pernah merdeka
jika mulut tak bersuara
tak tak tak tak
tak tak tak tak
tak tak tak tak
kita tak kan pernah merdeka
jika tangan tak berpena
tak tak tak tak
tak tak tak tak
tak tak tak tak
tak tak tak tak
kita tak kan pernah merdeka
jika kaki tak bernyawa
tak tak tak tak
tak tak tak tak
tak tak tak tak
tak tak tak tak
tak tak tak tak
kita tak kan pernah merdeka
jika mata, mulut, tangan dan kaki kita diam seribu bahasa
maka,JANGAN BUNGKAM SUARA KRITIS!*
*Frase ini diambil dari motto OI (Orang Indonesia) Iwan Fals
--ruangimaji--
02 September 2007
posted by Falahuddin Qudsi @ 4:46 PM,
,
Puisi Perjuangan
t.e.r.u.n.t.u.k. p.e.j.u.a.n.g.!.
aku mencium bau darah dari mulutmu
anyir menusuk hidung
bahkan lumpuhkan sumsum tulangku
aku melihat linangan darah menetes
dari sendu matamu
hentikan detak jantungku
bahkan nafas tak kuasa menahan perih
aku mendengar jerit tangismu
merengek kesakitan
bak tombak menghunjam ulu hati
aku mencium, melihat, mendengar, merasakan
ceceran darah perjuangan
kau sembunyikan di balik sarung dekilmu
-----
tapi mereka, setelah perjuangan itu
mereka tak merasakan apa-apa kini
mereka dan orang-orang asyik dengan penjajahan baru
mereka dan orang-orang asyik menerima pinjaman asing
mereka dan orang-orang asyik menjual aset negerimu
mereka dan orang-orang asyik mengobral tanahmu
bahkan harga diri pun mereka gadai!
--ruangimaji--
17 Agustus 2007 M.
posted by Falahuddin Qudsi @ 3:44 PM,
,